DAFTAR
Menyegarkan Pikiran di Kaki Gunung Gede
29 Sep 2024

Menyegarkan Pikiran di Kaki Gunung Gede

Rutinitas di boarding school memang menuntut kedisiplinan tinggi, terutama dalam menghafal dan belajar. Sekolah perlu memberikan ruang bagi mereka untuk sekadar bernapas, bercanda, dan menikmati alam.

CUGENANG – Suasana pagi yang sejuk di kaki Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Cugenang, menjadi saksi keakraban para santri ikhwah SMP GenTangguh Islamic Boarding School (IBS), Ahad (29/9/2024). Mengisi waktu luang di tengah padatnya rutinitas belajar dan setoran hafalan, sebagian santri ikhwan diajak berkegiatan santai menyusuri kebun warga dan memasak nasi liwet bersama.
Kegiatan ini bukanlah sebuah program ekstrakurikuler formal, melainkan agenda refreshing sederhana yang sengaja diadakan oleh pihak sekolah. Tujuannya satu: memberikan ruang bagi para santri untuk sejenak melepaskan penat dari tuntutan akademik dan target menghafal Al-Qur'an di hari-hari sekolah.
Berlokasi di area kebun milik warga sekitar, para santri tidak memanen hasil bumi, melainkan berjalan-jalan santai (trekking ringan) sambil menikmati hijaunya pepohonan dan segarnya udara pegunungan. Mereka saling bercanda, menghirup udara segar, dan menikmati pemandangan alam Cugenang yang memanjakan mata.
Di lahan perkebunan disini, ada beberapa saung milik warga yang sengaja mereka bangun untuk sekedar beristirahat atau bermalam dalam rangka menjaga kebun dari binatang liar dan sebagainya.
Di saung inilah keseruan yang sesungguhnya dimulai. Bersama ustadz pembimbing, santri bergotong royong menyiapkan bahan dan memasak nasi liwet. Aroma pulen nasi yang dimasak dengan bumbu rempah, santan, dan daun salam langsung menguap, menggugah selera seluruh santri yang sudah mulai lapar.
Momen makan bersama secara lesehan di atas tikar saung menjadi puncak keakraban hari itu. Tidak ada sekat, hanya ada tawa dan canda khas santri yang sedang menikmati hasil masakan mereka sendiri.
Rutinitas di boarding school memang menuntut kedisiplinan tinggi, terutama dalam menghafal dan belajar. Sekolah perlu memberikan ruang bagi mereka untuk sekadar bernapas, bercanda, dan menikmati alam. Kebersamaan di saung warga ini adalah cara terbaik untuk merekatkan ukhuwah, menghilangkan stres, dan mengembalikan semangat mereka.
Kegiatan ditutup dengan bersih-bersih area saung dan salat berjamaah. Para santri kemudian kembali ke asrama dengan pikiran yang lebih segar, hati yang gembira, dan energi yang penuh untuk menyambut pekan pembelajaran dan hafalan yang baru.